Teknologi 3D Printer

Medan – Senin, 28 Nopember 2022. Teknologi 3D Printing atau dikenal juga sebagai manufaktur aditif adalah metode untuk membuat objek tiga dimensi dengan cara menyusun bahan baku secara lapis demi lapis dengan menggunakan bantuan mesin khusus yang desain awalnya dibuat melalui aplikasi CAD (komputer). Proses 3D printing adalah proses penambahan (additive) di mana lapisan material dibuat untuk membuat bagian 3D. Ini kebalikan dari proses manufaktur subtraktif, di mana desain akhir dipotong dari blok raw material yang lebih besar. Keuntungan proses ini ialah pencetakan 3D mengurangi pemborosan material mentah.

Sejarah 3D Printer dimulai pada tahun 1920-an yang dibangun di atas karya Ralf Baker untuk membuat barang-barang dekoratif (paten US423647A). Pada tahun 1981, Hideo Kodama membuat karya awal dalam pembuatan prototipe cepat resin yang dikeraskan dengan laser. Penemuannya diperluas selama tiga dekade berikutnya, dengan diperkenalkannya stereolitografi pada tahun 1984. Chuck Hull dari 3D Systems menemukan printer 3D pertama pada tahun 1987, yang menggunakan proses stereolitografi. Ini diikuti antara lain oleh perkembangan seperti sintering laser selektif dan peleburan laser selektif. Sistem pencetakan 3D mahal masih dianggap teknologi mahal yang terus berkembang antara tahun 1990-an hingga 2000-an. Ketika paten berakhir pada 2009, biayanya menjadi turun drastis sehingga membuka teknologi untuk lebih banyak pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *