gambar4

Bahan ini disusun oleh: Zulfikar, ST. MT. (Dosen Program Studi Teknik Mesin / Praktisi dan Instruktur Software Autocad)

BAB 2. MODIFIKASI OBJEK

Untuk dapat membentuk gambar sesuai dengan kebutuhannya, seorang operator harus menguasai teknik modifikasi objek dengan baik. Pada bagian ini akan dibahas beberapa teknik modifikasi dasar objek, antara lain: erase, copy, move, rotate, mirror, offset, array, trim, break, fillet, chamfer, extent, dan scale.

Erase (Menghapus Objek)

Perintah Erase berfungsi untuk menghapus objek. Pada program AutoCAD versi terdahulu, perintah ini dikerjakan dengan mengetikkan terlebih dahulu huruf E pada command text, memilih objek yang akan dihapus, dan tekan enter 1x. Tetapi untuk AutoCAD versi saat ini, proses menghapus objek dengan cara pilih objek yang akan dihapus dan tekan tombol DEL (DELETE) 1 x.

Copy (Menggandakan Objek)

Perintah Copy berfungsi untuk menggandakan objek dalam program AutoCAD. Fungsi penggandaan dalam perintah ini dapat bersifat tunggal atau jamak (multiple). Perintah ini diaktifkan dengan cara:

gambar9

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Copy dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Pilih objek yang akan digandakan pada perintah: Select object.
  • Tekan enter 1 x dan tentukan titik (klik) dasar pergerakan proses penggandaan (Base point) pada perintah: Specify base point or displacement. Pada langkah ini juga dapat diatur bila ingin menggandakan sebuah objek dalam jumlah yang banyak. Caranya ketikkan huruf M (Multiple) dan tekan enter.
  • Letakkan mouse pointer (klik) pada posisi yang baru (tertentu) sehingga terbentuk objek baru dengan bentuk dan ukuran yang sama persis dengan objek awalnya. Untuk versi AutoCAD saat ini, perintah COPY sudah langsung dalam mode Multiple, sehingga operator dapat langsung menggandakan suatu objek menjadi banyak.

Move (Memindahkan Objek)

Perintah Move berfungsi untuk memindahkan objek dari posisi awal ke posisi yang baru. Perintah ini dapat diaktifkan dengan cara:

gambar11

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Move dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Pilih objek yang akan dipindahkan pada perintah: Select object. Setelah seluruh objek yang akan dipindahkan dipilih, tekan enter 1 x.
  • Tentukan (klik) titik dasar pergerakan perpindahan pada perintah: Specify base point or displacement.
  • Letakkan (klik) pada lokasi perpindahan baru pada perintah: Specify second point of displacement.

Rotate (Memutar Objek)

Perintah Rotate berfungsi untuk memutar objek berdasarkan titik pusat perputaran tertentu (base point). Perintah ini dapat diaktifkan dengan cara:

gambar12

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Rotate dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Pilih objek yang ingin diputar pada perintah:Select Object. Setelah seluruh objek yang akan diputar dipilih, tekan enter 1 x.
  • Tentukan sumbu perputaran pada perintah: Specify base point.
  • Tentukan sudut perputaran atau pergunakan gerakan mouse untuk menentukan sudut perputaran tersebut dan klik 1 x  pada posisi yang diinginkan.

Mirror (Pencerminan Objek)

Perintah Mirror berfungsi untuk menggandakan suatu objek dengan menggunakan prinsip-prinsip pencerminan. Prinsip pencerminan untuk suatu objek ialah:

  1. Terdapat objek yang akan dicerminkan, dan
  2. Terdapat garis cermin yang akan menghasilkan bayangan objek asli dengan posisi terbalik.

Perintah Mirror dapat diaktifkan dengan cara:

gambar13

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Mirror dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Pilih objek yang akan dicerminkan pada perintah: Select object. Setelah seluruh objek dipilih, tekan tombol enter 1 x.
  • Tentukan titik awal garis pencerminan pada perintah: Specify first point of mirror line.
  • Tentukan titik kedua garis pencerminan pada perintah: Specify second point of mirror line.
  • Selanjutnya tentukan apakah objek asli dihapus atau tidak pada perintah: Delete source objects. Bila objek asli tidak perlu dihapus, tekan enter. Bila objek asli harus dihapus, ketikkan Y dan tekan enter.

Offset (Penggandaan Dengan Jarak Antar Garis)

Perintah Offset berfungsi untuk menggandakan garis pada jarak tertentu terhadap garis awal. Perintah Offset diaktifkan dengan cara:

gambar14

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Offset dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Tentukan ukuran/jarak Offset pada perintah: Specify offset distance…
  • Pilih objek yang akan di-offset pada perintah: Select object.
  • Pilih/klik daerah tertentu yang searah dengan proses penggandaan objek pada perintah: Specify point on side to offset. Hasilnya diperoleh garis penggandaan baru dengan tertentu terhadap objek aslinya.

Array

Perintah Array berfungsi untuk menggandakan objek dengan pola barisan tertentu. Pola barisan pada perintah ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu: persegipanjang (Rectangle Array) dan perputaran (Polar Array).

Perintah Array dapat diaktifkan dengan cara:

gambar15

Rectangle Array

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Array dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Centang pada mode Rectangle Array pada kotak dialog Array seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini:

gambar16

  • Pilih objek yang akan di Array pada tombol Select Objects.
  • Atur jumlah kolom dan baris pada kotak teks Rows dan Columns.
  • Atur jarak antar baris pada kotak teks Rows Offset.
  • Atur jarak antar kolom pada kotak teks Column Offset.
  • Atur sudut array dalam kotak teks Angle of Array (bila ada).
  • Lihat hasil sementara dengan menekan tombol Preview.
  • Bila hasilnya telah sesuai dengan yang diinginkan tekan tombol Accept, bila tidak tekan tombol Modify.

Polar Array

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Centang pada mode Polar Array, maka isian kotak dialog akan berubah menjadi:

gambar17

  • Pilih objek yang akan di-Array dengan menggunakan tombol Select Object.
  • Tentukan titik pusat perputaran pada kotak teks Center Point.
  • Tentukan metode Polar Array yang akan digunakan. Terdapat 3 (tiga) metode, yaitu: (1) Total number of items & Angle to fill. Pada metode ini ditentukan jumlah objek, sudut polar yang akan diisi dengan objek yang di-Array, (2) Total number of items & Angle between items. Pada metode ini ditentukan jumlah objek dan sudut antara objek-objek tersebut, dan (3) Angle to fill & Angle between items. Pada metode ini ditentukan sudut yang akan diisi oleh sejumlah objek dan sudut antar objek tersebut.
  • Lihat hasil sementara dengan menekan tombol Preview.
  • Bila hasilnya telah sesuai dengan yang diinginkan tekan tombol Accept, bila tidak tekan tombol Modify.

Trim (Pemotongan Sebagian Objek)

Perintah Trim berfungsi untuk memotong sebahagian objek garis berdasarkan batas pemotongan tertentu (cutting edge). Perintah ini diaktifkan dengan cara:

gambar18

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Trim dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Tentukan/klik garis batas pemotongan (cutting edges) pada perintah: Select cutting edges…. Select object:
  • Tekan tombol enter 1 x.
  • Pilih ujung garis yang ingin dipotong pada perintah:Select object to trim or shift-select to extend… Maka secara otomatis garis tersebut terpotong mulai dari ujung hingga batas garis.

Fillet (Pemberian Kelengkungan Sudut Objek)

Perintah Fillet berfungsi untuk memberikan sudut melengkung pada suatu sudut. Syarat perintah ini adalah panjang jari-jari Fillet tidak boleh lebih besar dari panjang garis sisi-sisi yang akan diberi sudut melingkar. Perintah ini diaktifkan dengan menggunakan cara:

gambar19

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Fillet dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Ketikkan huruf R untuk mengatur besaran jari-jari fillet tersebut pada perintah: Select first object or [Polyline/Radius/Trim/mUltiple]
  • Masukkan jari-jari yang diinginkan pada perintah: Specify fillet radius:
  • Pilih objek garis pertama pada perintah: Select first object…
  • Pilih objek garis kedua pada perintah: Select second object.
  • Hasilnya akan terbentuk sudut objek dengan kelengkungan tertentu.

Chamfer (Pemberian Kemiringan Sudut Objek)

Perintah Chamfer berfungsi untuk memberikan kemiringan tertentu pada sudut objek. Perintah ini diaktifkan dengan cara:

gambar20

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Chamfer dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Ketikkan huruf D dan tekan enter 1 x pada perintah: Select first line or [Polyline/Distance/Angle/Trim/Methode/mUltiple]:

Pada langkah ini akan diatur panjang kemiringan berdasarkan jarak dari ujung sudut pada masing-masing sisi. Terdapat 2 (dua) buah jarak, seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini:

gambar21

  • Masukkan jarak kemiringan pertama (D1) pada perintah: Specify first chamfer distance…
  • Masukkan jarak kemiringan kedua (D2) pada perintah: Specify second chamfer distance…
  • Tentukan/klik garis pada sisi pertama sudut yang akan diberikan kemiringan pada perintah: Select first line…
  • Tentukan/klik garis pada sisi kedua sudut yang akan diberikan kemiringan pada perintah: Select second line…

Extend (Memperpanjang Garis)

Perintah Extend berfungsi untuk memperpanjang objek garis hingga mencapai batas garis yang lain yang telah ditentukan. Perintah ini adalah kebalikan dari fungsi Trim yang telah dibahas sebelumnya. Perintah Extend dapat diaktifkan dengan cara:

gambar22

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Extend dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Tentukan/klik garis batas perpanjangan (boundary edges) suatu garis (berupa garis lain) pada perintah: Select boundary edges… Kemudian tekan enter 1x.
  • Pilih/klik garis yang akan diperpanjang pada perintah: Select object to extend…
  • Maka garis tersebut secara otomatis akan bertambah panjang hingga batas perpanjangan yang telah ditentukan.

Break (Memutus Garis)

Perintah Break berfungsi untuk memutuskan bagian dalam garis dengan batas bebas. Perintah ini diaktifkan dengan cara:

gambar23

Hasil pemotongan garis yang dapat dikerjakan dengan menggunakan perintah Break ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini:

gambar24

Scale (Memperbesar dan memperkecil Objek)

Perintah Scale berfungsi untuk memberikan perbesaran atau pengecilan terhadap ukuran suatu objek. Perintah ini diaktifkan dengan cara:

gambar25

Langkah-langkah pemakaian perintah ini adalah:

  • Aktifkan perintah Scale dengan menggunakan salah satu cara di atas.
  • Pilih objek yang akan diperbesar/perkecil pada perintah: Select object. Setelah pemilihan objek selesai, tekan enter 1 x.
  • Tentukan titik dasar perbesaran/pengecilan pada perintah: Specify base point.
  • Tentukan faktor pembesaran/pengecilan pada perintah: Specify scale factor.
  • Pada langkah ini perbesaran/pengecilan dapat dilakukan dengan memasukkan angka tertentu pada perintah di atas, atau gerakkan mouse pointer keatas dan kebawah untuk mendapatkan ukuran skala yang diinginkan.