Taksonomi Bloom

Medan – Rabu, 23 Nopember 2022. Taksonomi bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasi keterampilan berpikir mulai dari jenjang yang rendah hingga jenjang yang tinggi. Taksonomi Bloom pertama kali diterbitkan pada tahun 1956 oleh seorang psikolog pendidikan yaitu Benjamin Bloom. Kemudian pada tahun 2021 direvisi oleh Krathwohl dan para ahli aliran kognitivisme. Hasil revisi ini yang kita kenal dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi yang dibuat hanya pada ranah kognitif dengan menggunakan kara kerja.

Taksonomi Bloom dibagi menjadi tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotorik. Tiga domain tersebut penting dalam pembelajaran. Namun, domain kognitiif seperti pada penjelasan di atas lebih banyak digunakan.

Pada Taksonomi Bloom versi revisi, jenis pengetahuan dibagi menjadi 4 (empat) yaitu:
Fakta: Informasi yang menunjukkan fenomena dalam pembelajaran
Konseptual: termasuk kategori, struktur, dan teori
Prosedur: bagaimana menggunakan teknik dan metode yang spesifik, dan waktu penggunaannya
Metakognitif: strategi keputusan, pengetahuan-diri, dan “thinking about thinking”

Dari empat jenis pengetahuan, kemudian dibagi menjadi enam tingkat pembelajaran. Pada revisi taksonomi Bloom ini, setiap tingkatan lebih menunjukkan kata kerja aktif untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan oleh peserta didik. Tingkatan dalam pengetahuan ini digambarkan dalam bentuk paramida, di mana tingkat dasar digambarkan lebih luas daripada tingkat di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang bertahan pada tingkat pengetahuan yang lebih rendah ini. Kata kerja revisi taksonomi Bloom diuraikan sebagai berikut:

Mengingat: pembelajaran yang paling mendasar (meskipun dapat melibatkan informasi yang kompleks). Pada tingkat ini, peserta didik mungkin mengetahui terminology kunci untuk subjek tertentu, fakta dan angka yang relevan, sistem atau teori yang telah dikembangkan orang lain.
Memahami: orang tahu lebih banyak tentang apa sebenarnya arti dari informasi itu.
Menerapkan: pada tingkatan ini, pengetahuan digunakan dengan cara baru dan diterapkan untuk memecahkan masalah yang lebih kompleks.
Menganalisis: melibatkan pemecahan informasi menjadi beberapa bagian untuk memeriksa secara individual dan untuk melihat bagaimana informasi tersebut berhubungan satu dengan lain.
Mengevaluasi: orang membuat penilaian tentang apa yang telah mereka temukan sejauh ini. Pada tingkatan ini memungkinkan mereka untuk membuat rekomendasi atau menyarankan ide-ide inovatif.
Membuat: pada tingkat akhir ini, orang dapat mengatur ulang informasi yang dimiliki kemudian menggabungkan dengan informasi yang didapatkan kemudian menciptakan sesuatu yang baru.

Classification of Manufacturing

Medan – Senin, 21 Nopember 2022. Proses pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi adalah proses yang melibatkan berbagi jenis teknologi yang bergantung pada bentuk dan dimensi objek, jenis bahan digunakan, dan metode pembuatan. Pada saat ini, teknologi pengolahan bahan atau dikenal juga dengan istilah Manufaktur (Manufacturing) dikelompokkan atas tiga cara, yaitu Subtractive Manufacturing (SM), Additive Manufacturing (AM), dan Virtual Manufacturing (VM). Subtractive manufacturing adalah proses pembuatan produk dengan cara mengurangi ukuran bahan baku menjadi bahan jadi. Pada cara ini, bahan baku yang digunakan harus labih banyak dari ukuran produk yang dihasilkan. Sebaliknya, Additive Manufacturing menerapkan pembuatan produk dengan cara membuntuk produk tersebut secara lapis demi lapis. Dengan demikian, jumlah bahan baku yang diperlukan akan dapat lebih dioptimalkan dan effiesien. Akhirnya, VM adalah proses manufaktur yang erat hubungannya pemakaian software komputer untuk menghasilkan prototaip produk.

Penjelasan lebih lanjut tentang kedua jenis proses Manufaktur tersebut dapat disaksikan/ditonton pada link video YouTube berikut ini:

Subtractive Manufacturing: Classification Subtractive Manufacturing
Additive Manufacturing: Additive Manufacturing

Rapat Riset Gabungan: Standar Uji Lentur 3 Titik (ASTM D790)

Medan – Selasa, 15 Nopember 2022. Tim riset bahan komposit laminat, Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area mengadakan rapat koordinasi riset dengan topik “Pengenalan Standar Uji Lentur Metode 3 Titik (ASTM D790-17)”. Rapat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap kepada Mahasiswa S1 terhadap pengujian statik lentur metode 3 titik berdasarkan standar uji ASTM D790 untuk bahan plastik, komposit, dan alat-alat listrik. Dengan demikian, Mahasiswa dapat mengerjakan risetnya dengan mudah dan lebih terarah sesuai standar uji yang dipersyaratkan.

Video rapat riset tersebut dapat dilihat di Channel YouTube atas nama Zulfikar Zul dengan link sebagai berikut: Uji Lentur 3 Titik ASTM D790

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Medan – Senin, 14 Nopember 2022. Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenkumham, Dirjen Kekayaan Intelektual telah menerbitkan Sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual terhadap hasil penelitian dan kerja keras yang telah dilakukan oleh tim riset Bahan Komposit Laminat Jute dan Hibrid, Program Studi Teknik Mesin (PSTM), Fakultas Teknik, Universitas Medan Area (UMA). Adapun nama-nama peneliti yang tertera dalam sertifikat HAKI tersebut ialah:
1. Dr. Iswandi, ST. MT. (Ketua Peneliti)
2. Zulfikar, ST. MT. (Wakil Ketua Peneliti)
3. Muhammad Ibnu Tambusay (Anggota Peneliti)

Judul HAKI: ANALISIS METODE SPLIT TENSILE TEST KOMPOSIT LAMINAT HYBRID JUTE E-GLASS TERHADAP KEKUATAN TARIK BETON KOLOM SILINDER

Seminar Proposal Skripsi Mahasiswa: Tahap Awal Pencetakan Sarjana Teknik

Medan – Jumat, 11 Nopember 2022. Program Studi Teknik Mesin (PSTM), Fakultas Teknik, Universitas Medan Area (UMA) telah mengadakan kegiatan Seminar Proposal Skripsi Mahasiswa calon Sarjana Teknik yang diadakan di ruang Sidang Fakultas Teknik UMA dan dihadiri oleh 4 (empat) orang Dosen Pembanding, yaitu: Indra Hermawan, ST. MT. (Wakil Dekan III), Muhammad Idris, ST. MT. (Ka. Prodi), Dr. Iswandi, ST. MT. (Sek. Prodi), dan Assoc. Prof. Zulfikar, MT. (Ketua Panitia Seminar). Pada kegiatan ini, dihadirkan 3 (tiga) orang kandidat Sarjana Teknik yang membawakan Skripsi dari bidang ilmu Material Manufaktur. Hasil dari kegiatan ini ialah Proposal-proposal tersebut disetujui untuk dilanjutkan pada proses penyelidikan dengan hasil TERBAIK.

Rapat Koordinasi Riset: Teknis Pembuatan Proposal Riset Skripsi Mahasiswa

Medan – Rabu, 09 Nopember 2022. Proposal Skripsi adalah salah satu bagian utama dan langkah awal dari rangkaian proses studi akhir Mahasiswa. Perencanaan dan pembuatannya sangat penting mengingat akan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan Skripsi sangat bergantung dari proses tersebut. Oleh karena itu, tim riset Bahan Komposit Laminat sesi ke-3 mengadakan rapat koordinasi yang membahasa tuntas tentang persoalan tersebut diatas. Rapat ini adakan secara daring menggunakan media Zoom meeting. Setelah rapat ini, Mahasiswa bimbingan Skripsi diwajibkan membuat Proposal Skripsi dalam waktu 1 minggu setelah rapat ini dan selanjutnya akan dilakukan proses Asistensi Proposal hingga mendapatkan tanda Acc Seminar Proposal.

Video tutorial pengaturan format Proposal dapat dilihat dengan klik kalimat “Mahir Ms. Word untuk Skripsi” berikut ini:
Mahir Ms. Word untuk Skripsi

Perhitungan Energi Ketangguhan Bahan (J) dengan Adobe Photoshop

Medan – Senin, 07 Nopember 2022. Ketangguhan bahan adalah energi yang mampu diserap oleh suatu bahan terhadap beban tertentu sebelum bahan tersebut mengalami kerusakan (luluh). Dalam suatu pengujian bahan, energi tersebut adalah luas daerah yang terbantuk dari grafik beban (N) vs deformasi (m) yang dibatasi oleh garis sumbu aksial (sumbu x). Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung luas daerah grafik tersebut ialah metode Integrasi Numerik. Lebih lanjut lagi, perkembangan teknologi software desain grafis dapat dimanfaatkan untuk keperluan tersebut. Dengan demikian, hasil perhitungannya menjadi lebih mudah, efisien, dan akurat. Salah satu metode yang mudah dan sudah dikenal luas ialah dengan menggunakan software Adobe Photoshop. Dalam software ini, fitur yang digunakan ialah metode Color Range. Dengan metode ini, jumlah warna dalam satuan pixel dihitung menggunakan fitur Histogram sehingga diperoleh jumlah pixelnya. Selanjutnya, jumlah pixel tersebut dibandingkan dengan jumlah pixel standar sehingga diperoleh energi ketangguhan (J) yang dicari.

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Medan – Sabtu, 05 Nopember 2022. Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenkumham, Dirjen Kekayaan Intelektual telah menerbitkan Sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual terhadap hasil penelitian dan kerja keras yang telah dilakukan oleh tim riset Bahan Komposit Laminat Jute dan Hibrid, Program Studi Teknik Mesin (PSTM), Fakultas Teknik, Universitas Medan Area (UMA). Adapun nama-nama peneliti yang tertera dalam sertifikat HAKI tersebut ialah:
1. Zulfikar, ST. MT. (Ketua Peneliti)
2. Dr. Iswandi, ST. MT. (Wakil Ketua Peneliti)
3. Nurul Hidayat (Anggota Peneliti)

Judul HAKI: ANALISIS METODE SPLIT TENSILE TEST KOMPOSIT LAMINAT JUTE TERHADAP KEKUATAN TARIK BELAH BETON KOLOM SILINDER

Assessment Mata Kuliah Gambar Mesin

Medan – Kamis, 03 Nopember 2022. Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKS-TM) Indonesia mengadakan kegiatan webinar dengan topik “Assessment Mata Kuliah Gambar Mesin” yang diadakan secara virtual menggunakan media Zoom Meeting. Narasumber dalam kegiatan ini ialah Bapak Ubaidillah, ST., M.Sc., Ph.D., Bapak Arif Sugiharto, ST. MT., dan Bapak Dr.-Ing. Ridho Irwansyah. Turut hadir dan sekaligus membuka kegiatan tersebut ialah Sekretaris Jendral BKS-TM Indonesia, yaitu Bapak Prof. Dr. Ario Sunar Baskoro. Dalam kegiatan ini, rubrik penilaian mata kuliah Gambar Mesin dijelaskan secara lengkap oleh para Narasumber. Hasil yang diharapkan ialah terbentuknya keseragaman kurikulum untuk mata kuliah ini di Program Studi / Jurusan Teknik Mesin di seluruh Indonesia.

Interpretation of Boxplot Graph

Medan – November 1st, 2022. At this time, the development of science and technology is so rapid that from time to time there are only the latest techniques that appear to interpret the conditions of the test result data. Currently, a method of displaying test data that is gaining popularity and is widely used is the Boxplot graph method. This method was developed from the basic principle of the five statistical series, namely the maximum value, upper quartile, median, lower quartile, and minimum value.

One interpretation of the Boxplot graph is to provide an overview of the data distribution conditions from the test results. An example is the Boxplot graphic image above. In the graph, it can be seen that the load capacity of variation B is higher compared to other variations. The data range of variation B ranges from 190 to 240 kN and the average value ranges from 220 to 230 kN. However, the best data distribution is found in variation A because the variation is very small compared to the shape of a denser (thinner) box.